Aplikasi TikTok Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Siswa Yang Menyenangkan

Semenjak Pemerintah menerapkan kebijakan Learn From Home (belajar dari rumah) dikarenakan untuk mencegah merebaknya wabah di sekolah, guru dituntut untuk kreatif untuk memanfaatkan berbagai media yang tersedia di internet, salah satunya adalah media sosial.

Diantara sekian banyak pilihan media sosial yang bisa digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran, Tik-Tok adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan untuk menyajikan konten berbentuk video durasi pendek yang bisa menarik siswa untuk mempelajari materi belajar. Apakah rekan guru pernah mencoba membuat konten pembelajaran via TikTok?

Dalam episode Jarak dekat dengan BGBL (Bantu Guru Belajar Lagi) 28 Juni 2020  lalu via streaming IG Live, menghadirkan pemateri dari pahamify, salah satu platform Bimbel penyedia materi belajar online untuk siswa, dua orang narasumbernya, Muhammad ikhsan dan Andika Prasetyo Adi yang berpengalaman membuat konten belajar online, membahas penggunaan Tik-Tok sebagai salah satu media sosial untuk memberikan materi pembelajaran dan berinteraksi dengan murid. 

Pada pembukaan Video Based Learning, masih banyak guru yang tidak memliki akun TikTok, tidak ada salahnya untuk mencoba aplikasi tersebut sebagai alternatif pilihan media pembelajaran karena Muhammad Ikhsan memaparkan bahwa murid-murid saat ini,  yang rentang usianya peralihan SMP  ke SMA banyak yang menggunakan Tiktok dan bila dibandingkan dengan Youtube, relatif lebih mudah membuat konten video pendek di TikTok dimana kita bisa langsung mengedit video di aplikasi tersebut dan mengunggahnya. Inilah yang membuat Tiktok makin digemari remaja sebagai media berbagi konten video di samping Youtube. Karenanya, begitu Guru aktif membuat konten edukasi di TikTok, guru akan mengetahui konten apa yang biasanya disukai murid yang relevan dengan keseharian mereka, sehingga bisa dipakai sebagai media oleh guru untuk lebih memahami siswa dalam membuat konten belajar.

Tantangan

Adapun tantangan yang dihadapi dalam menggunakan aplikasi TikTok adalah bagaimana agar murid menghindari konten yang tidak seharusnya. “Seperti halnya Youtube, banyak konten positif yang bisa dipakai untuk edukasi ada juga konten yang kurang cocok bagi murid. Guru bisa mengarahkan murid untuk mengikuti kanal-kanal yang bagus untuk pembelajaran, nantinya Yotube atau TikTok akan merekomendasikan kanal-kanal yang sama dan kanal-kanal yang negatif tidak akan masuk daftar kanal yang direkomendasikan untuk diikuti.” ujar Muhammad ikhsan dalam sesi live Instagram bersama Bantu Guru Belajar Lagi, 28 Juni 2020 lalu.  

Durasi Terbatas

Pertanyaan yang muncul dalam sesi tanya jawab live instagram adalah bagaimana mengatasi durasi video yang terbatas pada TikTok? “Bila materinya panjang, bisa memecah materi ke dalam beberapa bagian. Misalnya dalam materi matriks Matematika, guru bisa membagi video tersebut ke dalam 3 bagian yaitu: matriks penambahan, matriks pengurangan, dan matriks perkalian. Variasi lain dalam membuat video TikTok adalah kita bisa memakai video orang lain yang sudah ada kemudian guru mengunggah ulang video tersebut dengan memberikan penjelasan tambahan video side by side.” Ikhsan menerangkan.

Bagi para guru agar tidak malu memulai membuat konten video di TikTok adalah bisa dengan mula-mula dengan suara, tulisan , alat peraga terlebih dahulu kemudian perlahan guru mulai tampil di video agar bisa membangun komunikasi dan koneksi dengan penontonnya yaitu murid itu sendiri. 

Terkadang guru tidak mendapatkan ide untuk bahan pembuatan video pembalajaran. “Hal ini dapat diatasi dengan memperbanyak review referensi lain, melihat video-video lain yang menggunakan media TikTok untuk mengajar murid. Contohnya adalah akun TikTok pahamify dan juga akun lain yang sejenis.” Tutur Andhika

“Selain itu Tiktok Juga bisa digunakan untuk memberikan motivasi awal yang digunakan untuk materi pembuka dalam bentuk edutainment dan video tersebut bisa disebarkan ke grup siswa agar nantinya mereka mencari materi pendukung tertulis misalnya buku, e-book dan sebagainya.” Ikhsan menambahkan.

Pembuatan Skrip untuk Konten Video Tik-Tok

Untuk tahap awal pembuatan skrip Tik-Tok, mulai timbulkan keingintahuan murid dari hal yang kecil, kemudian dijelaskan secara ilmiah dengan pendekatan gaya bahasa sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan didukung dengan kemasan video yang menarik secara visual. Sedangkan dalam pembuatan konten TikTok yang sederhana Guru bisa berbicara di depan kamera, pada kata-kata ilmiah atau kata-kata yang dianggap penting bisa dimunculkan di video atau digaris bawahi sebagai penanda untuk dipelajari murid. Disamping itu, intonasi suara yang jelas, mimik wajah dan gerakan tangan untuk menjelaskan materi juga diperlukan agar konten materi mudah dipahami murid.

“Kurangi menggunakan filter-filter yang berlebihan di aplikasi Tik-Tok karena akan memecah konsentrasi murid dalam memahami video dan murid akan kehilangan fokus ketika melihat video.” Andhika menjelaskan. “Fitur yang paling berguna untuk video pembelajaran di TikTok adalah fitur sederhana yang digunakan untuk memotong-motong video dan kemudian menyambung bagian potongan video-video tersebut. Karena sebelum ada TikTok atau aplikasi-aplikasi video editor di hp, untuk mengedit video diperlukan laptop dengan spek yang cukup tinggi. Kehadiran aplikasi TikTok ini sangat membantu untuk mempermudah mengedit video dan menyusunnya menjadi sebuah video pembelajaran.” pungkas Ikhsan.

Dengan  kreasi dan kreatifitas guru,  TikTok bisa mulai dicoba untuk membuat konten edukasi. Murid bisa mempelajari materi belajar dengan sajian audio visual yang menarik berdurasi singkat yang disajikan guru.